Karsinoma Nasofaring: Faktor Risiko, Deteksi Dini, Diagnosis, dan Tata Laksana
July 2025
in “
Cermin Dunia Kedokteran
”
Karsinoma nasofaring adalah tumor ganas yang umum di Indonesia, menempati posisi ke-4 dalam jumlah kasus kanker. Faktor risiko meliputi interaksi genetik dan lingkungan, seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, konsumsi makanan fermentasi, dan infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Deteksi dini dilakukan dengan serologi EBV, DNA EBV plasma, dan endoskopi, dengan IgG NPC strip sebagai alat deteksi umum di Indonesia. Diagnosis standar melibatkan biopsi dan pemeriksaan histopatologi. Terapi disesuaikan dengan stadium penyakit, dan intensity-modulated radiotherapy (IMRT) menawarkan keuntungan dibandingkan radioterapi konvensional. Follow-up diperlukan untuk evaluasi hasil dan remisi.